By / Kolom

Apakah Anda Memiliki Iman Yang Murni?

Spread the love

Kata bahasa Arab ‘Musyrikin’ bermakna politeis. Kata ini dari kata akar ‘SH-R-K’ yang berarti praktik mempersekutukan Tuhan. Mempersekutukan Tuhan dengan menambahkan penengah-penengah, perantara-perantara, sekutu-sekutu, dimana kekuatan dan sifat-sifat yang seharusnya hanya milik Tuhan disematkan kepada makhluk lainnya, atau bahkan disembah.

Apa yang jarang diakui oleh banyak Muslim hari ini adalah sesungguhnya kata ‘Allah’ hanyalah ‘nama Tuhan dalam bahasa Arab’. Karenanya, Allah adalah nama Tuhan dalam bahasa Arab, Tuhan tidak bisa dibatasi dalam nama bahasa Arab atau bahasa lainnya.

قُلِ ٱدْعُواْ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُواْ ٱلرَّحْمَـٰنَ أَيّاً مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ ٱلأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ وَلاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَلاَ تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيلاً

“Katakanlah: ‘Serulah Allah atau Ar-Rahman dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik dan janganlah engkau mengeraskan suaramu dalam salat dan janganlah (pula) merendahkannya dan usahakan jalan tengah di antara kedua itu.” Q.S. Al-Israa’ [17]:110.

ٱللَّهُ لاۤ إِلَـٰهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ ٱلأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ

“Allah! Tidak ada Tuhan selain Dia. Dia mempunyai nama-nama yang terbaik.”Q.S.Thaha [20]:8.

Apa yang tidak disadari oleh banyak Muslim namun tertera jelas dalam ayat-ayat Al-Qur’an adalah fakta bahwasanya kaum Musyrikin (Politeis) di masa Nabi Muhammad S.A.W. yang merupakan sasaran utama Al-Qur’an sebenarnya menyembah Allah sebagai Tuhan tertinggi.

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ مَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَاوَاتِ وَٱلأَرْضَ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُ فَأَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

“Dan jika engkau bertanya kepada mereka, ‘Siapakah yang menciptakan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?’ Pasti mereka akan menjawab, ‘Allah’. Maka mengapa mereka dipalingkan (dari kebenaran).” Q.S.Al-Ankabuut [29]:61.

Suatu kewajiban yang bersifat fundamental dalam ajaran Al-Qur’an adalah memerangi konsep ‘syirik’ ini.
Suatu golongan dari kaum Ahli Kitab punya rabi-rabi dan para pendeta yang mereka sebut sebagai orang-orang Suci yang mereka agungkan, dan mereka ikuti dengan taklid buta. Ini sama saja dengan tindakan mempersekutukan Tuhan. Qur’an jelas mengajarkan sekali lagi untuk melawan dan menghancurkan syirik ini.
Selain itu Al-Qur’an dengan jelas menyatakan bahwa para pemimpin dan para pembesar tidak akan bisa memberikan pertolongan pada Hari Kiamat.

وَقَالُواْ رَبَّنَآ إِنَّآ أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَأَضَلُّونَا ٱلسَّبِيلَاْ

“Dan mereka berkata, ‘Ya, Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar) ” Q.S. Al-Ahzab [33]:67.

Hari ini umat Muslim memanggil-manggil Nabi, imam-imam, syekh-syekh, wali-wali, dan ulama-ulama mereka, serta meminta perantaraan dari mereka dan dari yang telah meninggal. Meskipun kenyataannya bahkan Nabi Muhammad S.A.W. sendiri tidak bisa menolong mereka atau dirinya saat masih hidup.

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِى ضَرّاً وَلاَ نَفْعاً إِلاَّ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ

“Katakanlah (Muhammad), ‘Aku tidak kuasa menolak mudarat ataupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.’ Bagi setiap umat mempunya ajal. Apabila telah datang ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, maka mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaatpun.” Q.S. Yunus [10]:49.

قُلْ مَا كُنتُ بِدْعاً مِّنَ ٱلرُّسُلِ وَمَآ أَدْرِى مَا يُفْعَلُ بِى وَلاَ بِكُمْ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَىٰ إِلَىَّ وَمَآ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

“Katakanlah (Muhammad):’Aku bukan rasul yang pertama di antara rasul-rasul dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat terhadapku dan terhadapmu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku, dan aku hanyalah pemberi peringatan yang menjelaskan. ” Q.S. Al-Ahqaaf [46]:9.

ARGUMEN-ARGUMEN SAMA YANG SERING DIGUNAKAN OLEH BEBERAPA MUSLIM HARI INI, DAHULU JUGA DIGUNAKAN OLEH KAUM MUSYRIKIN (POLITEIS) ARAB

Mereka yang kami seru hanya kami harapkan mendekatkan kami kepada Tuhan

أَلاَ لِلَّهِ ٱلدِّينُ ٱلْخَالِصُ وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مِن دُونِهِ أَوْلِيَآءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلاَّ لِيُقَرِّبُونَآ إِلَى ٱللَّهِ زُلْفَىۤ إِنَّ ٱللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِى مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ ٱللَّهَ لاَ يَهْدِى مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَـفَّارٌ

“Ingatlah, hanya milik Allah-lah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia berkata, ‘Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.’ Sungguh Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak akan memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.” Q.S. [39]:3

Mereka hanyalah ‘Wasilah’ (Perantara) ke Allah

قُلِ ٱدْعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ ٱلضُّرِّ عَنْكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً
أُولَـٰئِكَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُوراً

“Katakanlah (Muhammad), ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, mereka tidak kuasa menghilangkan bahaya darimu dan tidak (pula) mengubahnya. Orang-orang yang mereka seru itu dan mereka harapkan menjadi perantara (bahasa Arab: wasilata) kepada Tuhan, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; Sungguh, Azab Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” Q.S. Al-Israa’ [17]:56-57.

Saat kamu menanyai mereka dan mengajak mereka mengikuti Kitab Suci (Al-Qur’an), mereka berkata bahwa mereka hanya mengikuti leluhur mereka

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُوا مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ بَلْ نَتَّبِعُ مَآ أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَآءَنَآ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ شَيْئاً وَلاَ يَهْتَدُونَ

“Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,’ mereka menjawab, ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.’ ‘(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk.” Q.S. Al-Baqarah [2]:170.

Saat kau hanya menyebut Allah saja, mereka berpaling, namun saat kau menyebut nama-nama sesembahan selain Tuhan mereka tiba-tiba mereka bergembira

وَإِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَحْدَهُ ٱشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ ٱلَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِٱلآخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ ٱلَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Dan apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut” Q.S. Az-Zumar [39]:45.

Mereka mengejar dan menyesatkan manusia dengan Hadis Kosong (Kisah-kisah kosong)

وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يَشْتَرِى لَهْوَ ٱلْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُواً أُوْلَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang menggunakan kisah-kisah kosong (bahasa Arab yang dipakai dalam Al-Qur’an – “lahwal hadisi”) tanpa ilmu untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah dan menjadikannya olok-olokan. Mereka itu akan mendapatkan azab yang menghinakan.” Q.S. Luqman [31]:6.
Jika kau tunjukkan bukti-bukti jelas dari Al-Qur’an kepada mereka, mereka berpaling
Dalam ayat-ayat selanjutnya yang dikutip dari Surah yang sama, Allah menyatakan:

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّىٰ مُسْتَكْبِراً كَأَن لَّمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِيۤ أُذُنَيْهِ وَقْراً فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami (bahasa Arab: ayat-una), dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbatan di kedua telinganya, maka gembirakanlah dia dengan azab yang pedih.” Q.S. Luqman [31]:7.

تِلْكَ آيَاتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ فَبِأَىِّ حَدِيثٍ بَعْدَ ٱللَّهِ وَآيَاتِهِ يُؤْمِنُونَ

“Itulah ayat-ayat Allah yang Kami bacakan kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan mana lagi mereka akan beriman setalah Allah dan ayat-ayatnya.”Q.S. Al-Jaatsiyah[45]:6.

Mereka mengadili perkara dengan menggunakan kitab-kitab serta sumber-sumber lain
“Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan? Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari? Sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya” Q.S. Al-Qalam [68]:36-38.

KESIMPULAN
Apa perbedaan antara kaum ‘Musyrikin’ Arab zaman dulu yang percaya kepada Allah namun juga berbuat syirik, dengan beberapa ‘Muslim’ hari ini yang mengaku menyembah Allah namun memperlakukan orang-orang suci, tokoh-tokoh agama dan pembesar-pembesar lain sebagai perantara, di sisi-Nya.
Ini layak menjadi perenungan kita bersama!!

 

REFERENSI
(1) Quranmassage
(2) quran.com


Spread the love

Leave a Comment

Your email address will not be published.