By / Artikel Kajian Modern ID

Hermeneutika dan Problematika Penafsiran Teks

Spread the love

Judul ini, adalah terjemahan dari salah satu artikel Abu Zayd yang pertama kali membahas kajian Hermeneutika-nya dalam bahasa Arab “al-Hirminiyutiga wa Mu’dilat Tafsir al-Nash”. Artikel ini, kini dapat kita jumpai di dalam buku-nya “Isykaliyyat al-Qira’ah wa Alliyat al-Ta’wil”.Dalam artikel ini, ia menulis:
Hermeneutika pada saat yang sama merupakan persoalan klasik sekaligus modern. Dalam konsentrasinya pada hubungan penafsir dengan teks, Hermeneutika bukan persoalan spesifik pemikiran barat, tetapi juga persoalan yang eksistensinya serius dalam khazanah (turats) Arab klasik dan modern sekaligus.

Dalam artikel tersebut, selain memaparkan secara ringkas berbagai teori penafsiran yang telah dilakukan oleh Schleiermacher (m. 1843), Wilhelm Dilthey (m. 1911), Martin Heidegger (1889-1976), Emilio Betti (1890-1968), HansGeorg Gadamer (1900-1998), Paul Ricoeur (1913-), dan Eric D. Hirsch (1928-). Abu Zayd terlebih dahulu mengenalkan konsepsi penafsiran dalam khazanah pemikiran Islam klasik. Ia menyatakan bahwa sejak dahulu penafsiran teks keagamaan (al-Qur’an) terdapat pemisahan antara tafsir bi al-ma’tsur dan tafsir bi al-ra’y.asumsinya adalah bahwa tafsir model pertama bertujuan mencapai makna teks melalui sejumlah dalil historis dan kebahasaan yang membantu pemahaman teks secara objektif, yakni seperti yang dipahami oleh mereka yang sezaman dengan turunnya teks ini melalui berbagai gejala kebahasaan yang terkandung dalam teks dan dipahami oleh sejumlah orang. Ini berarti mufassir memulai penafsirannya dari fakta-fakta historis dan gejala kebahasaan itu. Sedangkan dalam tafsir model kedua, penafsir memulai dari sikap aslinya, dan lalu berupaya untuk menemukan sandaran sikapnya itu dalam teks. Karena dimulai dari sikap pribadi mufassir, model kedua ini cenderung dinilai subjektif dan tidak objektif. Para pendukung model pertama disebut kelompok ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah dan al-Salaf al-Shalih, yang pada umumnya dilihat dengan penuh keagungan dan penghargaan…

SELANJUTNYA: 9-hermeneutika-dan-problematika-penafsiran-teks

Mun'im Sirry

Mun'im Sirry

Assistant Professor di Fakultas Teologi Universitas Notre Dame, USA. Tiga karyanya: "Polemik Kitab Suci: Tafsir Reformis Atas Kritik Al-Quran Terhadap Agama Lain" (Gramedia, 2013), "Kontroversi Islam Awal: Antara Mazhab Tradisionalis dan Revisionis" (Mizan, 2015), dan "Scriptural Polemics: The Qur’an and Other Religions" (Oxford University Press, 2014).
Mun'im Sirry

Spread the love

Mun'im Sirry

Assistant Professor di Fakultas Teologi Universitas Notre Dame, USA. Tiga karyanya: “Polemik Kitab Suci: Tafsir Reformis Atas Kritik Al-Quran Terhadap Agama Lain” (Gramedia, 2013), “Kontroversi Islam Awal: Antara Mazhab Tradisionalis dan Revisionis” (Mizan, 2015), dan “Scriptural Polemics: The Qur’an and Other Religions” (Oxford University Press, 2014).

Leave a Comment

Your email address will not be published.