By / Kolom

Hoax Perlu Dihadang dengan Fakta Tandingan yang Bersifat Edukatif

Spread the love

AKARTA – Maraknya berita bohong (hoax) telah mengusik kehidupan berbangsa dan bernegara, akhir-akhir ini. Di media sosial, hoax bertebaran melalui artikel atau gambar yang mengulas isu politik, ekonomi hingga persoalan agama.

Direktur Riset Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nafi’ Muthohirin mengatakan, sejumlah data yang dimasukkan dalam artikel atau gambar tersebut sulit ditemui kebenarannya.

Masyarakat yang tidak kritis atau illiterate, kata dia, akan mudah terpengaruh dan terprovokasi oleh artikel gambar bodong tersebut tanpa mengonfirmasi kebenarannya.

“Apalagi, seperti kita saksikan selama ini berita-berita hoax tersebut banyak yang menyudutkan kelompok agama, suku dan golongan tertentu. Bahkan, sejumlah kebijakan pemerintah pun tak luput dari aksi hoax ini,” kata Nafi’ kepada Okezone, Minggu (22/1/2017).

Ia menerangkan, berita hoax ini sengaja dibuat dan diviralkan dalam rangka membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah atau menyudutkan kelompok tertentu.

“Meski pemerintah telah melakukan sejumlah upaya terhadap problem ini, namun tindakan yang benar-benar tegas belum dilakukan secara maksimal. Orang-orang pemproduksi ujaran kebencian di medsos pun tampak sengaja abai,” ujar dia.

Mantan wartawan ini menerangkan, meski pemerintah melalui Menkopolhukam telah membentuk tim cyber dalam rangka menangani hoax, namun hingga kini kinerjanya belum menunjukkan hasil.

“Menurut hemat saya, narasi-narasi kebencian yang tersebar melalui artikel-artikel bodong di FB, Twitter dan WhatsApp itu perlu dihadang dengan narasi tandingan yang positif berdasarkan fakta dan tidak berbau SARA, serta edukatif. Dengan demikian netizen yang membacanya bisa memahami informasi yang benar,” tutur Naf’i.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, produksi narasi yang mendamaikan perlu digalakkan oleh masyarakat secara individu dan kelompok.

“Sementara pemerintah tetap konsisten menindak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja memicu memicu kebencian, provokasi dan ajakan makar. Tindak mereka dengan aturan hukum yang sudah ada,” pungkas dia.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2017/01/23/337/1598225/hoax-perlu-dihadang-dengan-fakta-tandingan-yang-bersifat-edukatif

Nafi Muthohirin

Nafi Muthohirin

Staf Program at Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM)
NAFI’ MUTHOHIRIN adalah Dosen Agama di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sekaligus sebagai Direktur Riset di Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM UMM). Pendidikan magisternya di jurusan Kajian Agama dan Studi Perdamaian Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (2014). Minat kajiannya berpusat pada tema-tema Islam dan Perdamaian; Radikalisme dan Kekerasan Ekstrimisme, serta Multikulturalisme. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan, di antaranya adalah: (1) Fundamentalisme Islam: Gerakan dan Tipologi Pemikiran Aktivis Dakwah Kampus (IndoStrategi, Jakarta: 2014); (2) Mahasiswa di Pusaran Fundamentalisme Islam Kampus: Studi Kasus di Universitas Indonesia (Maarif Institute, Jakarta: 2014); (3) Radikalisme Islam dan Pergerakannya di Media Sosial (Jurnal Afkaruna, UMY: 2015); (4) Reproduksi Salafi: Dari Kesunyian Apolitis Menuju Jihadis (Maarif Institute, dalam proses). Nafi’ memiliki pengalaman yang panjang di bidang jurnalistik, di antaranya pernah bekerja di: (1) MATAN (PW Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya: 2009-2010); (2) Rakyat Merdeka (Jawa Pos Grup, Jakarta, 2010-2012); (3) Koran SINDO (MNC Grup, Jakarta: 2011-2015); (4) MONDAY Magz (Jakarta, Okt 2015 – Agt 2016). Beberapa artikelnya tersebar di sejumlah harian, seperti di Radar Surabaya, Malang Post, Koran SINDO, Radar Banten, dan GeoTimes.
Nafi Muthohirin

Latest posts by Nafi Muthohirin (see all)


Spread the love

Nafi Muthohirin

NAFI’ MUTHOHIRIN adalah Dosen Agama di Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sekaligus sebagai Direktur Riset di Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM UMM). Pendidikan magisternya di jurusan Kajian Agama dan Studi Perdamaian Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (2014). Minat kajiannya berpusat pada tema-tema Islam dan Perdamaian; Radikalisme dan Kekerasan Ekstrimisme, serta Multikulturalisme. Beberapa karyanya yang sudah diterbitkan, di antaranya adalah: (1) Fundamentalisme Islam: Gerakan dan Tipologi Pemikiran Aktivis Dakwah Kampus (IndoStrategi, Jakarta: 2014); (2) Mahasiswa di Pusaran Fundamentalisme Islam Kampus: Studi Kasus di Universitas Indonesia (Maarif Institute, Jakarta: 2014); (3) Radikalisme Islam dan Pergerakannya di Media Sosial (Jurnal Afkaruna, UMY: 2015); (4) Reproduksi Salafi: Dari Kesunyian Apolitis Menuju Jihadis (Maarif Institute, dalam proses). Nafi’ memiliki pengalaman yang panjang di bidang jurnalistik, di antaranya pernah bekerja di: (1) MATAN (PW Muhammadiyah Jawa Timur, Surabaya: 2009-2010); (2) Rakyat Merdeka (Jawa Pos Grup, Jakarta, 2010-2012); (3) Koran SINDO (MNC Grup, Jakarta: 2011-2015); (4) MONDAY Magz (Jakarta, Okt 2015 – Agt 2016). Beberapa artikelnya tersebar di sejumlah harian, seperti di Radar Surabaya, Malang Post, Koran SINDO, Radar Banten, dan GeoTimes.

Leave a Comment

Your email address will not be published.