By / Kolom

Sumber Baru, Membawa Pemahaman Tentang Al-Qur’an dan Asal-Usulnya

Spread the love

Blog ini akan memberi Anda daftar sumber tambahan dari berbagai penulis. Berikut ini adalah ringkasan salah satu buku yang direkomendasikan, yang ditulis oleh Wael Hallaq berjudul “The Origins of Islamic Law” (Asal-Usul dan Evolusi Hukum Islam).

Ditulis oleh otoritas dunia yang terkemuka tentang Sejarah Hukum Islam, penelitian ini menyajikan catatan penting tentang bagaimana hukum Islam berkembang dari masa awal -yaitu berawal dari instruksi etis bagi orang Arab di kota-kota Garnisun (tempat tinggal tentara) di luar kota ditaklukkan- sehingga berevolusi menjadi hukum seperti sekarang ini.
Beberapa topik artikel lainnya meliputi:
– Al-Qur’an yang diturunkan sedikit demi sedikit: Furqan dan artinya: Walid Saleh
– Qur’anic Deities (Ketuhanan Al-Qur’an): Patricia Crone
– The Qur’an and the Syriac Bible, Oxford studies (Al-Qur’an dan Injil Suryani, studi Oxford): Gabriel Reynolds
– Centralized authority in Islam (Otoritas terpusat dalam Islam) : Fred Donner
– The Role of Nomads in the Near East ( Peran Nomaden di Timur Dekat): Fred Donner

Masing-masing sumber ini memiliki kontribusi yang signifikan untuk memahami cerita asli mengenai asal-usul Islam. (Seperti biasa, tidak semua yang ada dalam daftar sumber ini saya setuju!) Sebagian artikel dapat didownload di http://pusam.umm.ac.id/category/artikel-kajian-modern-en/

Studi Al-Qur’an dan Islam telah mengalami banyak fase di Barat. Umumnya, sampai tahun 1950-an, pendekatan polemik, untuk membuktikan bahwa Al-Qur’an salah dan mengekspos kesalahan-kesalahan tersebut, kemudian diikuti oleh Montgomery Watt dalam merekonstruksi latar belakang sejarah berdasarkan tulisan-tulisan Islam tradisional. Pada tahun 1970-an, teori radikal muncul, mulai dari pendapat bahwa Al-Qur’an diformalkan 200 tahun setelah Muhammad di Baghdad, hingga pendapat bahwa Al-Qur’an ada 100 tahun sebelum Muhammad di Suriah.
Studi Al-Qur’an tahun 1990-an beranjak dari “kekacauan”, menuju apa yang disebut Gabriel Reynolds sebagai “Era Keemasan Studi Al-Qur’an.”

Ada beberapa kualitas yang membedakan era ini dengan sebelumnya: (1) Adanya kolaborasi yang lebih besar yang sering dilakukan antar program Penelitian di Perguruan Tinggi, seperti Chicago, McGill dan Notre Dam; (2) Adanya sejumlah besar cendekiawan Muslim yang terlibat dalam proses tersebut; (3) Terkait dengan poin kedua, umumnya lebih ada penghormatan dan pengakuan bahwa Al-Qur’an sekarang ini pada dasarnya sama seperti aslinya di era Muhammad.

Dalam proses ini, banyak dipakai konsep yang sama dengan Kristen, di mana selama beberapa dekade terakhir pemahaman budaya Ibrani pada konteks awal meningkatkan pemahaman pesan aslinya. Dua kesimpulan umum dari penelitian ini adalah: Pertama, munculnya Islam berhubungan erat dengan Kristen berbahasa Suryani di Timur Tengah; dan Kedua, bahwa Islam, disamping khas aslinya, berkembang dari segi keyakinannya sehingga seperti saat ini.

Ada banyak konsekuensi positif dalam mendapatkan pemahaman tentang munculnya Islam. Bagi komunitas Muslim, studi ini membantu mereka untuk menemukan identitas. Siapa sebenarnya saya sebagai seorang Muslim? Mengingat hal tertentu telah menjadi persoalan pada zaman Nabi, apakah sekarang masih perlu dipersoalkan? Dari mana sikap saya terhadap hal tersebut berasal? Bagi non-Muslim, studi ini membantu dalam hal empati dan pemahaman. Pemahaman tentang asal-usul budaya lebih membantu untuk menghilangkan ketakutan.
Mudahan blog ini dapat berkontribusi terhadap pemahaman tersebut!

Robert Pope

Robert Pope

Direktur Equal Access International, Australia, sebuah organisasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman Islam yang lebih berimbang di negara-negara Barat, dan merupakan mitra dari Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM). Robert saat ini sedang menempuh studi S3 jurusan Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Malang. Dia telah menyelesaikan S2 jurusan Pendidikan Islam, dengan tesis berjudul"Mengalami kembali Islam Inklusif". Perhatian dan minatnya berfokus pada area Tren Modern dalam Studi Islam, serta asal-usul Islam dan keterkaitan awalnya dengan Agama Abrahamik lain. Terkait hal ini, Robert mengkoordinasikan sebuah seminar bagi Akademisi muda dengan judul "Tren Modern dalam Studi Islam."
Robert Pope

Spread the love

Robert Pope

Direktur Equal Access International, Australia, sebuah organisasi yang bertujuan untuk memberikan pemahaman Islam yang lebih berimbang di negara-negara Barat, dan merupakan mitra dari Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM). Robert saat ini sedang menempuh studi S3 jurusan Pendidikan Islam di Universitas Muhammadiyah Malang. Dia telah menyelesaikan S2 jurusan Pendidikan Islam, dengan tesis berjudul “Mengalami kembali Islam Inklusif”. Perhatian dan minatnya berfokus pada area Tren Modern dalam Studi Islam, serta asal-usul Islam dan keterkaitan awalnya dengan Agama Abrahamik lain. Terkait hal ini, Robert mengkoordinasikan sebuah seminar bagi Akademisi muda dengan judul “Tren Modern dalam Studi Islam.”

Leave a Comment

Your email address will not be published.