By / Artikel Kajian Modern ID

TREN KAJIAN AL-QUR’ AN DI DUNIA BARAT

Spread the love

Pertama, sebelum membahas lebih lanjut tema ini, perlu dijelaskan terlebih dahulu yang dimaksud dengan Barat dalam tulisan ini. “Barat” biasanya diasosiasikan dengan para Orientalis, yaitu para sarjana Barat yang mempelajari budaya dan tradisi Timur. Orientalis berasal dari kata bahasa Latin oriens, Timur. Edward Said dalam karyanya Onentalism’ pada tahun 1978 telah mengkritisi para Orientalis yang menurutnya sangat bias terhadap budaya dan pemikiran Barat. Untuk mas a kolonial di abad kesembilan belas dan awal abad keduapuluh, kajian-kajian seperti ini memang marak, seperti yang nanti akan didiskusikan. Namun, di antaranya berkat kritikan keras dari Edward Said, kajian-kajian sarjana Barat terhadap Islam dan al-Qur’an pada abad keduapuluh dan keduapuluh satu sudah mulai berubah dan beragam,

Selain itu, ketika berbicara Barat, kita juga harus menyadari bahwa di Barat tidak hanya sarjana non-Muslim yang mengkaji Islam dan al-Qur’an, namun banyak juga sarjana Muslim yang tinggal dan mengajar di Barat dan menulis beberapa kajian ten tang Islam dan al-Qur’an. Oleh karena itu, dalam tulisan ini, dunia Barat, tidak hanya dibatasi pada sarjana Barat non Muslim namun juga sarjana Muslim yang menulis di Barat, seperti Fazlur Rahman, Khalid Abu el-Fadl, Abdullahi Ahmed an-Nairn, Amina Wadud, Asma Barlas, Nasr Hamid Abu Zayd, dan lainnya.

SELENGKAPNYA: 1-tren-kajian-al-quran-di-dunia-barat


Spread the love

Leave a Comment

Your email address will not be published.